Login

Berbicara mengenai sejarah Pengadilan Negeri Bengkayang tidak terlepas dari sejarah Kabupaten Bengkayang. Kabupaten Bengkayang pada masa penjajahan Belanda merupakan bagian dari wilayah Afdeling Van Singkawang. Pada waktu itu, dilakukan pembagian wilayah administrasi Afdeling yang daerah hukumnya meliputi:
 
  • Onder Afdeling Singkawang, Bengkayang, Pemangkat dan Sambas (daerah Kesultanan Sambas)
  • Daerah Kerajaan / Panembahan Mempawah
  • Daerah Kerajaan Pontianak yang sebagian daerahnya adalah Mandor.
 
Setelah Perang Dunia II berakhir, daerah tersebut dibagi menjadi daerah otonom Kabupaten Sambas yang beribukota di Singkawang. Kabupaten Sambas ini membawahi 4 (empat) kawedanan, yaitu :
 
  • Kawedanan Singkawang
  • Kawedanan Pemangkat
  • Kawedanan Sambas
  • Kawedanan Bengkayang
 
Pada masa pemerintahan RI, menurut Undang-Undang No.27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat No. 3 Tahun 1953 mengenai Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan Barat (LNRI Nomor 72 Tahun 1959, Tambahan LNRI Nomor 1980), terbentuklah Kabupaten Sambas. Wilayah pemerintahan Kabupaten Sambas ini mencakup pula seluruh wilayah Kabupaten Bengkayang sekarang.

Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Bengkayang secara resmi mulai tanggal 20 April 1999, Kabupaten Bengkayang terpisah dari kabupaten Sambas. Selanjutnya pada tanggal 27 April 1999 Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah mengangkat Bupati Bengkayang pertama yang dijabat oleh Drs. Jacobus Luna. Pada waktu itu, wilayah Kabupaten Bengkayang meliputi 10 Kecamatan, yaitu :
 
  1. Kecamatan Bengkayang
  2. Kecamatan Jagoi Babang
  3. Kecamatan Ledo
  4. Kecamatan Monterado
  5. Kecamatan Samalantan
  6. Kecamatan Sanggau Ledo
  7. Kecamatan Seluas
  8. Kecamatan Sungai Raya
  9. Kecamatan Suti Semarang
  10. Kecamatan Teriak
 
Keberadaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Pemerintahan Kota Singkawang mengakibatkan Kabupaten Bengkayang dimekarkan kembali dengan melepas 3 kecamatan yang masuk kedalam wilayah pemerintahan kota Singkawang sehingga tinggal menjadi 7 kecamatan. Kemudian,pada tahun 2002, Kabupaten Bengkayang kembali bertambah menjadi 10 kecamatan dengan pembentukan 3 kecamatan baru. Pada awal tahun 2004, dari 10 Kecamatan yang ada tersebut, Kabupaten Bengkayang dimekarkan lagi menjadi 14 Kecamatan. Pada tahun 2006, dari 14 Kecamatan dimekarkan kembali sampai sekarang menjadi 17 Kecamatan, yaitu :
 
  1. Kecamatan Bengkayang
  2. Kecamatan Jagoi Babang
  3. Kecamatan Ledo
  4. Kecamatan Monterado
  5. Kecamatan Samalantan
  6. Kecamatan Sanggau Ledo
  7. Kecamatan Seluas
  8. Kecamatan Sungai Raya
  9. Kecamatan Suti Semarang
  10. Kecamatan Teriak
  11. Kecamatan Capkala
  12. Kecamatan Sungai Betung
  13. Kecamatan Lumar
  14. Kecamatan Siding
  15. Kecamatan Sungai Raya Kepulauan
  16. Kecamatan Lembah Bawang
  17. Kecamatan Tujuh Belas
 
 
Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di sebelah utara Propinsi Kalimantan Barat.Secara keseluruhan, luas wilayah Kabupaten Bengkayang adalah sebesar 5.396,30 km2 atau sekitar 3,68 % dari total luas wilayah Kalimantan Barat.

Adapun Semboyan dari Kabupaten bengkayang adalah “Adil Ka Talino, Bacuramin Ka Saruga, Basengat Ka Jubata” yang memilik arti bahwa dalam memberikan pelayanan terhadap sesama hendaknya bersikap adil, setiap perbuatan dan tindakan yang dilakukan harus selalu mencerminkan kebaikan, serta selalu berpedoman kepada Tuhan.

Sebelum berdiri dan diresmikannya Kantor Pengadilan Negeri Bengkayang penyelesaian perkara pidana maupun perdata bagi masyarakat Kabupaten Bengkayang diselesaikan di Pengadilan Negeri Singkawang.

Pengadilan Negeri Bengkayang diresmikan pada tanggal 21 Januari 2008 oleh Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. Bagir Manan, SH, MCL. Pengadilan Negeri Bengkayang berlokasi di Jalan Guna Baru Trans Rangkang Bengkayang Kalimantan Barat. Mencakup wilayah administrasi Kabupaten Bengkayang.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menyatakan bahwa Peradilan Umum dimana dalam hal ini Pengadilan Negeri Bengkayang merupakan pelaksana kekuasaan yang berwenang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara pidana dan perdata sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain menjalankan tugas pokoknya Pengadilan Negeri Bengkayang diserahi tugas dan kewenangan lain berdasarkan undang-undang, antara lain dapat memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang hukum kepada Instansi Pemerintah di wilayah Hukum Pengadilan Negeri Bengkayang, apabila diminta.
Pemberian keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang hukum, dikecualikan dalam hal-hal yang berhubungan dengan perkara yang sedang atau akan diperiksa di Pengadilan.